Liverpool Diperbolehkan Melakukan Seremoni Pengangkatan Piala Premier League

Berita SepakBola

sepakbolalokal.com – Setelah menanti selama 30 tahun, Liverpool terpaksa harus membawa pulang trofi juara Premier League dengan cara yang ‘hambar’. Namun setidaknya, mereka masih diperbolehkan untuk melakukan seremoni pengangkatan piala.

Seperti yang diketahui, Premier League harus ditunda sejak bulan Maret lalu akibat pandemi virus Corona yang melanda Inggris. Situasi ini jelas tidak menguntungkan bagi the Reds yang sedang memimpin klasemen.

Sebenarnya, skuat besutan Jurgen Klopp tersebut sudah bisa mengunci trofi sejak bulan Maret. Liverpool tinggal butuh dua kemenangan lagi untuk memastikan gelar di tangannya. Di saat itulah, virus Corona mulai merambah Inggris.

Setelah dua bulan terlewati, Premier League akhirnya akan segera kembali. Penyelenggara sedang menyusun rencana agar kompetisi bisa diselenggarakan mulai pertengahan bulan Juni mendatang.

Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.

Liverpool Dibolehkan Seremoni Angkat Piala

Masalahnya berikutnya muncul. Liverpool kemungkinan besar bisa menjadi juara di musim ini. Namun, mereka tidak bisa merayakan keberhasilannya bersama fansnya di Anfield.

Pasalnya, klub diwajibkan untuk menggelar pertandingan tanpa penonton. Regulasi ini diyakini bisa mencegah adanya kerumunan masyarakat yang berpotensi membuat penyebaran virus Corona semakin menjadi-jadi.

Bahkan, ada kemungkinan bahwa semua tim dilarang bermain di markasnya sendiri. Aturan social distancing ini jelas akan membuat perayaan gelar juara Liverpool jadi terasa hambar. Tapi setidaknya, mereka diperbolehkan melakukan seremoni pengangkatan piala.

“Jika semuanya memungkinkan, ya. Kami ingin melaksanakan presentasi trofi untuk memberikan momen yang diperjuangkan pemain dan staf klub. Kami ingin melakukannya kecuali itu tidak memungkinkan karena alasan keselamatan,” tutur petinggi Premier League, Richard Masters.

Soal Partai yang Tertunda

Kembalinya Premier League musim 2019/20 sebenarnya masih sebatas wacana sampai saat ini. Belum ada kepastian dan pemerintah Inggris pun belum memberikan lampu hijau ke penyelenggara untuk memulai kembali kompetisi.

Kebanyakan klub Premier League memiliki sembilan laga sisa untuk musim 2019/20. Namun ada empat tim yang memiliki 10 pertandingan sisa. Laga antara Arsenal vs Mancester City dan Aston Villa kontra Sheffield United belum dimainkan.

Premier League berencana untuk menggelar kedua laga itu. Dan jika, buruk-buruknya, kompetisi harus dihentikan, semua tim akan memiliki sisa pertandingan yang sama dan penghitungan poin pun bakalan jadi lebih mudah.

“Saya tidak yakin akan berjalan seperti itu, tapi ada beberapa pertandingan yang harus dimainkan. Saya pikir memprioritaskan pertandingan yang akan dimainkan lebih dulu adalah ide yang baik, relatif awal sebelum jadwal,” pungkasnya.

(Daily Star)