Ingat 5 Pemain Prancis yang Pernah Dia beli ‘Next Zidane’? Begini Nasibnya Sekarang

Uncategorized

sepakbolalokal.com – Tren pemain berlabel ‘next’ sering terlihat di dunia sepak bola. Biasanya, label tersebut disematkan kepada pemain muda dengan gaya bermain yang mengingatkan publik kepada sosok legendaris.

Label ‘next Zinedine Zidane’ pun pernah menempel erat di beberapa pemain muda. Dan memang, Zidane dikenal sebagai pesepakbola legendaris yang meraih kejayaannya bersama Juventus, Real Madrid, dan Timnas Prancis.

Karier Zinedine Zidane makin sempurna karena juga moncer saat bertransformasi menjadi pelatih. Zidane mempersembahkan tiga gelar Liga Champions untuk Real Madrid.

Ketika Zidane pensiun, Prancis sangat kehilangan. Pencarian penerus sang pemain terus berlangsung.

Talenta-talenta terbaik Prancis kerap menanggung beban berat karena dilabeli the next Zidane. Menyandang julukan itu benar-benar tantangan sulit.

Berikut ini lima pemain Prancis yang pernah dijuluki The Next Zinedine Zidane, seperti dilansir Planet Football. Bagaimana nasibnya sekarang.

Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.

Mourad Meghni

Gara-gara performanya bersama Timnas Prancis menjuarai Piala Dunia U-17 dan sama-sama berdarah Aljazair, Meghni dilabeli “The Next Zidane”.

Sebelum menjalani debut seniornya, Meghni pindah dari Prancis ke Italia dengan meninggalkan Cannes menuju Bologna. Tetapi, ia gagal tampil konsisten buat Bologna maupun berikutnya di Lazio. Ia hanya menjadi pemain cadangan yang tak dimainkan ketika Lazio menjuarai Copa Italia 2009. Itu satu-satunya gelar sepanjang kariernya.

Setelah mengubah kewarganegaraan menjadi Aljazair pada 2009, ia pindah ke Qatar dua tahun berselang. Tapi, ia tak lagi memiliki klub sejak meninggalkan klub Aljazair, CS Constantine, pada 2017.

Bruno Cheyrou

“Saya tak membuat perbandingan dengan Zidane secara sembarangan,” kata Gerard Houllier tentang keputusannya menggaet Cheyrou ke Liverpool dari Lille pada 2002.

“Bruno punya jenis sentuhan dan gaya yang dimiliki Zidane. Ada banyak kesamaan antara keduanya ketika mereka menguasai bola.”

“Bedanya Zidane sudah berusia 30 tahun dan kaya pengalaman, sedangkan Bruno baru 24 tahun dan baru sekali bermain di luar negeri,” imbuh Houllier.

Ternyata perbedaannya bukan sekadar pengalaman dan usia. Cheyrou hanya bermain 48 kali untuk The Reds di semua ajang kompetisi dan tak impresif. Sang pemain kemudian pindah ke Bordeaux kemudian Marseille dengan status pinjaman. Dia menghabiskan hampir sebagian besar kariernya di Ligue 1.

Yoann Gourcuff

Yoann Gourcuff juga pernah dijuluki Zidane baru karena memiliki gaya bermain yang mirip dengan legenda hidup sepak bola Prancis itu. Karier Gourcuff tampak bakal cerah ketika pindah dari Rennes ke AC Milan pada 2006.

Selama dua tahun di San Siro, Gourcouff menghadapi kenyataan sulit menggeser Kaka.

Setelah kembali Prancis untuk memperkuat Boedeaux pada 2008, ia mulai bangkit, dengan memenangi gelar Pemain Ligue 1. Gelar itu didapatnya setelah memotori keberhasilan Bordeaux meraih gelar ganda di liga dan Piala Prancis. L’Equipe langsung menjulukinya The Next Zidane.

“Saya yang merasa sakit ketika Zidane pensiun, kini merasa terobati melihat Gourcuff bermain,” kata mantan pemain Timnas Prancis, Christophe Dugarry.

Tapi, ia tampil buruk di Timnas Prancis pada Piala Dunia 2010 dan diusur keluar lapangan pada menit ke-25. Kelakuannya juga menjadi sorotan setelah gagal bersinar saat pindah ke Lyon pada 2010. Di klub tersebut dia bermasalah dengan performa dan kebugaran.

Meskipun masih berusia 33 tahun, Gourcuff sudah tidak memiliki klub sejak meninggalkan Dijon pada Januari 2019.

Samir Nasri

Pemain lain yang menyedot perhatian di Timnas Prancis U-17 adalah Samir Nasir. “Keluwesannya dalam mencari posisi mengingatkan saya terhadap Zidane,” kata pelatih Timnas Prancis U-17 pada 2004, Philippe Bergeroo, tentang Nasri.

Mantan pelatih Marseille, Albert Emon, juga menguatkan pernyataan Bergeroo. “Nasri punya kemampuan membaca permainan seperti Zidane.”

Mereka juga punya kemiripan lain, sama-sama tumbuh di Marseille dan punya orang tua berdarah Aljazair.

Menjelang kepindahan ke Arsenal pada 2008, Nasri menepis perbandingan dengan Zidane. “Saya rasa orang-orang terlalu cepat membuat perbandingan. Saya baru 17 tahun dan baru mulai berkarier dan mendengar orang-orang memanggil saya the next Zidane. Saya syok dan buru-buru menjauhkan diri dari semua itu,” kata Nasri.

Nasri gagal menyandang gelar The Next Zidane. Setelah tiga tahun di Arsenal, ia kemudian pindah ke Manchester City. Kini, ia bereuni dengan Vincent Kompany di Anderlecht. Karier Nasri menurun drastis pada musim 2019-2020 ketika direcoki cedera.

Karim Benzema

“Bagi Anda yang tidak melihat Karim Benzema kemarin melawan Manchester United, mulailah membiasakan diri melihatnya lebih sering, karena ia harapan terbaik Prancis untuk melupakan Zinedine Zidane,” tulis Clement Andreau untuk Bleacher Report setelah Benzema menarik perhatian dengan golnya untuk Lyon ke gawang Red Devils pada fase knockout Liga Champions 2008.

Meskipun permainannya tak sememikat Zidane, koleksi gelar Benzema malah lebih banyak. Yang menarik, sebagian besar kesuksesannya di Real Madrid datang saat ditangani Zidane.

(Sumber: Planet Football)